Just another WordPress weblog
12 Dec
Bulan ini saya berkenalan dengan seseorang yang tinggal di ibukota. Meski hanya lewat fesbuk, tapi sudah cukup untuk membuat saya kagum kepadanya. Apa pasal? Pria yang sedang berjuang menjadi seorang publisher Google AdSense tersebut sebenarnya adalah seorang pengamen jalanan. Sedikit demi sedikit ia menyisihkan penghasilannya dari ngamen untuk bisa meraih hidup yang baru (dan lebih baik) dari dunia bisnis internet. Yang lebih mulia lagi, jika besok earning pertamanya benar-benar diterima (3x PIN dari Google yang dikirimkan tidak pernah ia terima dan baru beberapa hari lalu masalah dengan PIN bisa diselesaikan), ia berjanji akan mengajak dan mengajari rekan-rekannya sesama pengamen jalanan untuk turut menekuni bisnis internet, khususnya Google AdSense.
Dari yang saya tahu, member PDC pun juga ada yang merupakan mantan copet (silahkan dicari sendiri orangnya, ada testimoninya di salah satu produk PDC), mantan narapidana kasus narkoba, atau mantan pegawai kantoran yang dilema karena sering diminta untuk entertain tamu perusahaan ke tempat-tempat yang bertentangan dengan batinnya.
Fakta berbicara, bahwa bisnis internet telah banyak membantu orang lain yang benar-benar membutuhkan untuk menjadi lebih baik dari mereka sebelumnya. Terutama monetisasi blog untuk kasus di atas
Lalu mengapa ada golongan tertentu yang anti dengan pelaku monetisasi blog karena dianggap mencemari ‘kesucian’ dunia blog yang mereka puja-puja?
Entahlah, toh itu memang hak mereka untuk berkata atau bersikap demikian. Hanya mungkin perlu mereka pahami bahwa tidak semua orang seberuntung mereka yang bisa ngeblog dengan tenang tanpa perlu memikirkan apa-apa karena (a) memiliki jabatan yang layak dengan gaji tinggi; dan/atau (b) berasal dari keluarga mampu dan berada.
Ada salah seorang kawan saya yang mengikuti gathering sebuah komunitas blog. Seusai acara, ia bercerita kepada saya, “Blogger-blogger ______ (disensor) sepertinya orang-orang kaya yang hidupnya sudah enak semua.”
“Loh, kenapa?“, tanya saya.
“Ya gimana. Setiap kali aku ajak ngobrol tentang monetisasi blog, jawaban mereka nyaris seragam — buat apa emang cari duit dari blog?“
Yah, bisnis internet atau tidak, monetisasi blog atau tidak, bisnis affiliasi atau tidak, rasanya sudah suatu hal yang wajar apabila kita bersikap saling menghargai. Tidak suka bukan berarti harus saling sikut atau menjatuhkan. Lagipula, setiap pekerjaan (halal) itu sesungguhnya bermanfaat dan penting bagi setiap orang, kok. Gak percaya? Coba simak pengalaman Batman dan Mbah Gendeng ini
Have a nice day, guys!